226 Peserta Lolos Verifikasi, Kapolres Nganjuk: Sumpah dengan Orang Taha Jaminan Anti Titipan

Proses seleksi penerimaan calon anggota Polri TA 2026 di Nganjuk memasuki babak baru dengan digelarnya sumpah dan penandatanganan pakta integritas yang melibatkan peserta dan orang tua mereka di Aula Tantya Sudhirajati Polres Nganjuk, Rabu (1/4/2026). Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan sengaja merancang momen ini sebagai bentuk komitmen kolektif untuk memberantas praktik titipan dan percaloan yang selama ini merusak citra rekrutmen aparat negara. Total pendaftar mencapai 257 orang dengan rincian 201 pria dan 5
6 wanita, dan sebanyak 226 peserta dinyatakan lolos verifikasi administrasi. Dalam sumpahnya, para peserta berjanji akan mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan kemampuan sendiri secara jujur dan bertanggung jawab.

Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa proses rekrutmen Polri harus bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, tanpa ada ruang bagi intervensi pihak manapun termasuk dari keluarga atau pejabat. Ia menyampaikan bahwa melalui sumpah dan pakta integritas yang disaksikan orang tua, pihaknya ingin membangun kesadaran bahwa kejujuran adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Para orang tua yang turut menandatangani pakta integritas berkomitmen untuk tidak memberikan imbalan dalam bentuk apapun kepada panitia serta tidak mempercayai oknum penipu. Mereka juga siap melaporkan apabila menemukan adanya penyimpangan dalam proses seleksi, sehingga tercipta pengawasan yang ketat.

Kabag SDM Polres Nganjuk Kompol Burhanudin, S.Sos., menjelaskan bahwa keterlibatan orang tua menjadi langkah strategis dalam mengawal transparansi seleksi dari hulu hingga hilir. Ia menambahkan bahwa panitia seleksi akan terus mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) di setiap tahapan, dan orang tua didorong untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan. Kompol Burhanudin berharap tidak ada lagi orang tua yang rela mengorbankan harta benda demi meluluskan anaknya melalui jalur tidak resmi, karena hal itu hanya akan melahirkan aparat yang korup. Ia juga mengimbau peserta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergoda oleh tawaran oknum yang menjanjikan kelulusan.

Dengan adanya sumpah dan pakta integritas yang disaksikan langsung orang tua ini, Polres Nganjuk optimis proses rekrutmen TA 2026 akan berjalan jujur, adil, dan menghasilkan calon anggota Polri yang profesional serta berintegritas. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Nganjuk serius dalam memberantas praktik percaloan yang selama ini menjadi musuh bersama. Masyarakat pun diharapkan ikut mengawal jalannya seleksi demi terciptanya aparat penegak hukum yang benar-benar kompeten dan amanah. Pada akhirnya, kejujuran dan sportivitas menjadi kunci utama bagi setiap peserta yang bercita-cita menjadi kebanggaan keluarga dan bangsa.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar