Nganjuk- Sebuah pemandangan berbeda terlihat di Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, ketika Bhabinkamtibmas Aipda Aries menyusuri lahan pekarangan warga yang kini disulap menjadi kebun mini produktif sebagai bagian dari program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) pada Selasa (23/6/2026). Dari balik seragam polisi yang biasa identik dengan penegakan hukum, Aipda Aries menunjukkan sisi lain dari pengabdian Polri, yakni sebagai penggerak ketahanan pangan yang mendampingi masyarakat memanfaatkan setiap sudut pekarangan untuk ditanami komoditas pangan bergizi yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.
Nganjuk- Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengungkapkan bahwa program P2B adalah bagian dari upaya besar Polri dalam mendukung swasembada pangan nasional, dengan mendorong masyarakat untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasar. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang selama ini kurang produktif, setiap keluarga bisa memenuhi kebutuhan sayur, buah, atau bahkan bumbu dapur sendiri, sehingga ketahanan pangan terbangun dari unit terkecil masyarakat sebelum diperluas ke skala yang lebih besar.
Nganjuk- Dalam pemantauannya, Aipda Aries tak hanya mengecek kondisi tanaman dan kesuburan tanah, tetapi juga berdialog hangat dengan warga mengenai kendala yang dihadapi dan solusi untuk meningkatkan hasil panen agar lebih optimal dan berkelanjutan. Pendekatan persuasif ini berhasil menumbuhkan antusiasme warga, karena mereka merasa diperhatikan dan didukung penuh oleh aparat kepolisian yang tak pernah lelah hadir di tengah-tengah mereka, bahkan untuk urusan yang tampaknya sederhana seperti merawat pekarangan.
Nganjuk- Kapolsek Ngetos AKP Jajuli berharap kegiatan serupa terus digalakkan di seluruh desa binaan, karena ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab kementerian pertanian, melainkan tanggung jawab bersama termasuk kepolisian yang memiliki jangkauan hingga tingkat RT dan RW. Dengan semakin banyaknya pekarangan yang dimanfaatkan secara produktif, Desa Blongko dan sekitarnya perlahan namun pasti akan menjadi kawasan mandiri pangan yang mampu menghadapi tantangan krisis pangan global di masa depan, satu pekarangan pada satu waktu.(Avs)

0 Komentar