Pemuliaan Tribrata dan Pataka "Tan Hana Dharma Mangrwa", Polda Jatim Kokohkan Semangat Bhayangkara ke-80


Surabaya- Jumat (26/6/2026) menjadi hari istimewa di Mapolda Jatim ketika Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., memimpin langsung upacara pemuliaan nilai-nilai luhur Tribrata dan Pataka Polda Jatim "Tan Hana Dharma Mangrwa" di Gedung Patuh, sebuah kegiatan yang menjadi penanda semangat menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang semakin dekat. Upacara yang dihadiri oleh Wakapolda, para pejabat utama, dan personel gabungan dari berbagai satuan kerja ini berlangsung dengan penuh khidmat, mengingatkan setiap peserta akan pentingnya menjaga kemurnian nilai-nilai luhur yang menjadi landasan pengabdian Polri. Momentum ini sekaligus menjadi ajang untuk memperkokoh komitmen kolektif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sejalan dengan tema besar peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.


Surabaya- Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa upacara pemuliaan nilai-nilai luhur Tribrata merupakan tradisi yang sarat makna, di mana setiap anggota Polri diajak untuk merenung dan mengingat kembali esensi dari tugas dan tanggung jawab mereka. Menurutnya, tujuan utama dari kegiatan ini adalah menyucikan nilai luhur Tribrata agar tetap menjadi landasan moral yang tidak pernah pudar dalam setiap pelaksanaan tugas, baik di kondisi normal maupun dalam situasi darurat sekalipun. Dengan menghayati kembali nilai-nilai tersebut, setiap personel diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap masyarakat.


Surabaya- Pataka Polda Jatim "Tan Hana Dharma Mangrwa" yang berarti "Tidak Ada Kebenaran yang Mendua" menjadi pengingat kuat bahwa setiap insan Bhayangkara harus selalu berada di pihak kebenaran dan kejujuran, tanpa pernah terpengaruh oleh kepentingan yang dapat merusak integritas institusi. Kombes Abast menjelaskan bahwa falsafah yang diambil dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular ini memiliki pesan universal bahwa dalam menegakkan keadilan, tidak ada ruang untuk kebohongan atau ketidakjujuran. Pemuliaan pataka ini menjadi simbol bahwa Polda Jatim berkomitmen untuk terus menjaga kemurnian jati diri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang selalu hadir dengan tulus dan tanpa pamrih.


Surabaya- Melalui upacara ini, Polda Jatim ingin meneguhkan kembali komitmen seluruh personel untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi roh pengabdian Polri. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Di usia ke-80, Polda Jatim bertekad untuk terus melangkah maju dengan semangat baru, menjaga kebenaran yang tidak pernah mendua, dan menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar