Surabaya- Sebuah apartemen di Surabaya yang awalnya menjadi lokasi pengecekan pelanggaran izin tinggal justru berubah menjadi TKP pengungkapan sindikat love scamming internasional yang telah menipu 53 perempuan Indonesia. Polda Jatim mengamankan tiga tersangka, dua di antaranya warga negara asing asal Ghana dan Pantai Gading, serta satu warga Indonesia, yang berhasil meraup keuntungan Rp1,1 miliar hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun sejak Agustus 2025.
Surabaya- Cerita cinta yang dibangun pelaku dimulai dari sapaan hangat di Facebook, TikTok, atau WhatsApp, lalu berkembang menjadi hubungan mesra dengan pria bule yang digambarkan sebagai pengusaha sukses di luar negeri. Begitu korban jatuh hati, pelaku mengirim kabar gembira tentang hadiah mewah berupa jam tangan atau laptop yang dikirimkan untuk sang kekasih, namun sayangnya paket tersebut tertahan di bea cukai dan butuh biaya tambahan agar bisa diteruskan—sebuah cerita karangan yang diulang-ulang untuk setiap korban.
Surabaya- Tersangka LNHA, yang berperan sebagai admin dan pemegang rekening penampung, bahkan ikut berakting sebagai petugas ekspedisi yang menelepon korban untuk meminta uang tebusan, menambah lapisan legitimasi pada skenario penipuan yang rumit ini. Keuntungan dibagi dengan porsi 65 persen untuk pelaku utama dan 30 persen untuk tersangka lainnya, sementara dua warga negara asing lain yang diamankan masih dalam proses pengembangan bersama pihak Imigrasi untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan mereka dalam jaringan yang lebih besar.
Surabaya- Dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar berdasarkan Pasal 45A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) UU ITE serta pasal penipuan KUHP, para tersangka kini menghadapi konsekuensi hukum yang berat. Namun, yang lebih penting adalah pesan dari Polda Jatim kepada masyarakat: jangan mudah percaya pada janji manis dari orang asing di media sosial, karena di balik senyum dan hadiah mahal, bisa jadi ada sindikat yang siap menjerat dengan modus cinta yang berujung pada penderitaan finansial dan emosional yang mendalam.(Avs)

0 Komentar